Kata Serapan dari Bahasa Sansekerta

16 02 2009

Dalam pelajaran Sejarah mulai dari tingkat Sekolah Dasar, saya mempelajari bahwa Bahasa Sansekerta dipakai di Nusantara di masa lampau. Bahasa ini dipakai mula-mula di salah satu peradaban tertua, peradaban Sungai Indus, dan menyebar ke hampir seluruh dunia besamaan meyebarnya kepercayaan Hindu. Salah satu tempat menyebarnya kepecayaan Hindu adalah daerah Asia Tenggara. Kerajaan Sriwijaya, dari namanya pun sudah memakai Bahasa Sansekerta. Sampai di masa kerajaan-kerajaan Islam, Bahasa Sanseketa masih dipakai, contohnya adalah nama-nama raja Jawa.

Saya tidak tahu apakah penggunaan Bahasa Sansekerta ini sudah punah atau belum, tetapi bahasa ini berkembang menjadi Bahasa India. Bahasa ini juga sangat memperkaya kata-kata di dalam Bahasa Indonesia, bahkan ternyata bahasa-bahasa di Eropa juga banyak menyerap kata-kata Bahasa Sansekerta.

Contoh dalam bahasa Indonesia sehari-hari adalah kata “aneka”. Dan dalam bahasa di Eropa, beberapa yang saya temukan adalah “tri” yang dalam bahasa Inggris menjadi “three”, Bahasa Jerman, “drei”. Kata “naama” yang menjadi “name” (Inggris), “Namen” (Jerman). Kata “path.h”, yang berarti jalan, menjadi “path” (Inggris). Atau “bhraataa” yang menjadi ” brother” (Inggris). Dari sini saya melihat sedari masa lalu dunia itu saling berhubungan.

Lalu saya mencoba mencari kamus Bahasa Sansekerta, dan saya mendapatkan Kamus Sanskrit-Inggris. Dari kamus tersebut saya mencoba mencari kata-kata yang diserap ke dalam Bahasa Indonesia. Saya melihat dalam menyerap Bahasa Sansekerta, kata-kata Sansekerta ada yang mengalami modifikasi dan ada yang diambil langsung. Dan ada juga yang artinya tidak berubah, ada pula yang artinya bergeser. Perbedaan penulisan dikarenakan perbedaan standar penulisan bunyi. (sepeti penulisan “dvi” dalam kamus tersebut, ditulis “dwi” dalam penulisan Bahasa Indonesia)

Kata-kata pertama adalah kata dalam kamus tersebut. Kata di dalam kurung adalah arti asal, beberapa saya biarkan dalam bahasa Inggris karena belum menemukan padanan kata Indonesia yang tepat. Kata setelah tanda “=” adalah kata dalam Bahasa Indonesia. Apabila tidak ada tanda tersebut, berarti penulisannya sama dengan penulisan dalam Bahasa Indonesia. Ada beberapa kata yang diserap ke dalam bahsa daerah di Indonesia. Silahkan dilirik, menarik..

a (berarti tidak, seperti dalam kata asusila)
aaditya (a name of Sun, Vishnu is among twelve Aditya-s) = Aditya
aakaashaM (langit) = angkasa
aashaa (desire) = asa
aatmaa (jiwa) = atma
aatmaja (anak (anak laki-laki)) = Atmaja
adhipati (tuan)= adipati
agama (proof of the trustworthiness of a source of knowledge)
agni (api)
akShara = aksara
ama.nda (not slow or dull, active, intelligent; sharp, strong, violent, not little) = Amanda
aN^ka = angka
aneka (banyak)
antaraM = antara
antare = antara
antarikSha (ruang) = antariksa
antarikShaM (ruang, langit) = antariksa
artha (uang, harta)
arthe (dalam arti) = arti
arthiyaM = arti
astra (senjata)
athavaa / athau = atau
avataara (a divine incarnation particularly of Vishnu, e.g. Buddha) = awatara (penjelmaan)

baahu (arm) = bahu
bala (kekuatan)
balaM (tentara) = bala
bhaaga (part) = bagi(an)
bhaagya (blessing) = bahagia
bhaarata (O descendant of Bharata) = barata
bhaashhaa = bahasa
bhaaskra (a name of Sun) = Baskara
bhagavaan.h (O Personality of Godhead) = Bagawan
bhagavan.h (O Supreme) = Bagawan
bhakti (devotion, worship) = bakti
bhaya (fear) = bahaya
bheda (break, pierce, also difference) = beda
bhumiH (the earth) = bumi
bhuupati (lord of the earth) = raja
bhuvana (rumah) = buana
bodhi (pencerahan)
bodhi (supreme knowledge)
brahma (cosmos)
brahmaM ((Acc.S)the great self) = Brahma
bud.hdhyaa (by intelligence) = budaya
buddha (one who has known hence the enlightened)
buddhayaH (intelligence) = budaya
buddhi (intelligence) = budi
budha (wise)
budhiH (mind) = budi

chakra (lingkaran, roda, pusat fisik manusia)
chakraM (cycle) = cakram
chakram.h (roda, cycle, lingkaran) = cakram
chandana = sandal
chandra (Name for the Moon)
charitaM (cerita, karakter) = cerita
chatuH (empat) = catur
chint.h (memikirkan) = cinta
chintaa (worrying) = cinta
chitta (mind) = cita
chuMbana = cium

daaraa (wanita) = dara
daNDa (a staff, also monetary punishment for wrong doing) = denda
dasha (sepuluh) = dasa
desha (country) = desa
deva = dewa
devataa = dewa-dewa
devi = dewi
dhana (uang) = dana
dharma (religion) = darma
dhyaana (kontemplasi, meditasi)
dina (Day)
divyaani (divine) = Dewiyani, dsb
doshhaaH (kesalahan) = dosa
duHkha = duka
durjana (wicked person)
duuta (messenger) = duta
dve = dua
dvi = dwi, dua
dvipaada (dua kaki) = dwipoda

eka (satu)

gaja = gajah
garuDa = (elang)
ghana (dark, ghana also means cloud)
giita (lagu) = Gita
giri (mountain)
girish (God of mountain attributed to Lord Shiva)
graha (planet)
guhaa = gua
guNa (kualitas)
guNadharma (properti)
gupta (rahasia)
guru (pengajar)

ha.nsa = angsa
hasta (tangan)

indraH (the god Indra) = Indra
indro (the Lord Indra)

jaala (net) = jala
jagat.h (universe) = jagat
jaya (victory)
jiiva (life) = jiwa

kaaJNchana (emas) = kencana
kaala (waktu)= kala
kaaraNa (alasan) = karena
kaarya (kerja) = karya, kerja
kalpataru (The heavenly tree giving whatever one desires)
kapaala (forehead) = kepala
karma (aksi atau aktivitas)
kathaa (story) = kata
kathaM (tell) = kata
kaviH (puisi) = kawih ~ Bahasa Sunda
kiraNa (cahaya) = kirana
kShaatraM = ksatria
kula (keluarga, dinasti)= + warga = keluarga
kumaara (boy, young)
kunchikaa = kunci
kupitaM (marah) = pitam
kusuma bunga

lalita (lovely, beautiful, elegant, graceful)
loka (this world)

maasa (month) = masa
madhu (sweet) = manis
madhya (tengah) = madya
mahaa (great (substitute of mahat), big large, huge, powerful, mighty, eminent, noble) = maha
mahendra (Indra, god of gods)
maNDala (circle)
mantra (spell) = mantera
manushhya = manusia
martya (mortal)
mayuura (a peacock)
megha (cloud)
mitra (teman)
mokSha (emancipation of the soul from rebirth) = moksa
mukha (mulut) = muka
muurti (idol) = murti, Trimurti

naada (Sound) = nada
naaDii (a channel within the subtle body) = nadi
naaga (ular) = naga
naama = nama
nada (The Universal Sound. Vibration)
nadi ((f) river)
nandana (child) = nanda
naraka (hell) = neraka
netra (mata)
niila (biru) = nila
nirmaa (to create)
nirmala (bersih)
nirvaaNa (freedom of the personal soul from the physical world) = nirwana
nishchaya (determination) = niscaya
nishchayaH (in certainty) = niscaya
nishhThaa ((f) trust) = nista

pa.ncha (lima) = panca
padma (lotus)
paNdita (the wise man) = pendeta
pashchaat.h = pasca
phala (fruit) = pala
praaNa (Soul) = prana
prabhu (lord) = prabu
prahara (part of the day)
prakaasha (shining, clear) = Prakasa
prathama = pratama, pertama
purii (benteng, kota) = puri
pustaka (buku)
putra (anak lelaki)
puuj.h (to worship) = puji
puuja (ritual) = puja
puurva (previous) = purwa

raaGYii = ratu
raajaa = raja
raashi (Sign of the Zodiac) = rasi
rahasyaM (misteri) = rahasia
rajasa (mobility) .. Pantas Hatta Rajasa sempat jadi Menteri Perhubungan :P
rajasaH (from the mode of passion)
rakShasa (adj. devil) = raksasa
ruupa (beautiful form) = rupa
ruupasya (bentuk) = rupa

sahaaya (helper, friend, ally, hamba) = sahaya – saya
sakShii = saksi
samudra (laut)
santosha (kepuasan) = sentosa
saroja (lotus (one that is born in a lake)) = seroja
shabda (Word) = sabda
shakti (kekuatan) = sakti
shuchi (bersih) = suci
si.nha = singa
siddhi (success, achievement) = Sidi .. Ow nama dosen TA saya nih!
smaran.h (thinking of) = asmara
sukha (kebahagiaan) = suka
surendra (king of gods)
surya (A name for the Sun)
sushiila (of good character) = susila
suukShmashariira (the astral body) = sukma
suurya (matahari) = surya
sva (self, sendiri) = swa
svara = suara
svarga = surga
svasti (all peace) Swasti

takShakaH (carpenter) = Taksaka
tanu (body) = Tanuwijaya, dsb
tri (tiga)

uttamaH (terbaik) = utama

va.nda (Worship) = Vanda, Wanda, dsb
va.nsha (keluarga) = bangsa, wangsa
vaahana (kendaraan) = wahana
vaartaa = warta, berita
vaastushaastra (study of architecture) = wastusastra
vaastuu (place, residence) = wastu
vaayu (angin) = bayu
vachaH (words) = baca
vachana (talk) = wacana
varga (Divisional or Harmonic Charts) = warga
varNa = warna
varsha (tahun) = warsa
vaya (age) = baya – sebaya
vichaara (thought) = bicara
vichakShaNa (clever, wise) = bijaksana
vidhi (ritual) = Widi
vidhva.nsa / vinaashaM / vinaashaH (destruction) vinaasha (total destruction) = binasa
vidyaa (pengetahuan) = widya
vihaara (in relaxation) = Vihara, biara
viira (the sentiment of valor) = wira – perwira
viiryavaan.h (very powerful) = Wiryawan
vijayaM (victory) = wijaya
vinaya (humility) = Winaya
vishha (racun) = bisa
vishhNu (the preserver of life) = Wisnu
vishuddha (pure) = wisuda
vR^iddha (tua, berumur) = wreda

yasha (sukses)
yoga (effort)
yogaM (self-realisation) = yoga
yogya (like) = seyogyanya
yonii (vagina, womb, or the source) = yoni
yuddha (Planetary War)

Ternyata setelah mencari-cari, di Wikipedia ada juga daftar kata serapan dari Bahasa Sansekerta ke dalam Bahasa Indonesia. Saya cantumkan saja beberapa yang belum ada di tulisan saya di atas. Tapi ada beberapa kata yang saya tidak yakin benar merupakan kata serapan dari Bahasa Sansekerta.

A
adi (ādi): utama, pertama
adicita (ādicitta)
adikara (adhikara)
adiraja (ādirāja): raja utama
aji: mantra
aja: hanya
aksi (akṣi): mata, sesuatu yang dilihat
alpa : teledor, kekurangan
amerta (amṛta): ambrosia, nektar, air kehidupan
ancala (acala): gunung
angkara : murka
angsoka (aśoka): sejenis pohon
aniaya (anyāya): siksa
anugerah (anugraha): pemberian
arca (arcā): patung
ardi (ardi): gunung
Arya : bangsawan, orang India Utara
asrama (āśrama): tempat padepokan
asta (aṣṭa): delapan
astana (āsthāna): tempat pemakaman raja dan kerabatnya. Lihat pula istana.
Atharwaweda (atharvaveda): salah satu dari empat kitab Weda

B
bagai (bhāga): mirip
bahna (bhāna): karena
bahtera (vahitra): kapal
bahu (bāhu): lengan
bahureksa (bāhurakṣa): hiasan tangan
baiduri (vaidūrya): opal
banaspati (vanaspati): pohon besar
bangsi (vaṃśi): peluit
bareksa (vṛkṣa): pohon
basmi (dari frasa bhasmī bhūta): musnah
Batara (bhaṭāra): Dewa
Batari (bhaṭārī): Dewi
bausastra (bahuśāstra): kamus
bayangkara (bhayaṃkara): penjaga
bea (vyaya): ongkos
biaya (vyaya)
beda (bheda): diferensi
bejana (bhājana): tempat menampung
belantara (vanāntara): hutan
bencana (vāñcana): malapetaka
benda (bhāṇḍa): obyek
bendahara (bhāṇḍāgāra): penjaga uang
berhala (bhaṭāra): bentuk Tuhan
bidadari (vidyādharī): makhluk sorgawi
biji (bijā): isi buah
biksu (bhikṣu): seorang rohaniawan Buddha
birahi (virahin): ingin bercinta
brahma (brāhma)
brata (brata): tapa
bujangga (bhujaṅga): ilmuwan. Lihat pula pujangga
bukti (bhukti):
bumantara (byomāntara): langit
bupala (bhūpāla): raja
bupati (bhūpati): raja
busana (bhūṣaṇa): pakaian bagus

C
cabai (cavi): lombok
cakrawala (cakravāla): ufuk, horison
candala (caṇḍāla): orang buangan; dari kasta terendah; paria
candi (caṇḍi): gedung peninggalan Hindu-Buddha kuna
cara (ācāra): kelakuan
caraka (caraka): duta
cedera (chidra): luka
cela (chala): cacat
celaka (chalaka): musibah
cempaka (campaka): nama sebuah bunga (Michelia Champaka)
cendana (candana): nama sebuah tumbuhan
cendrawasih (candra + vāsi): nama burung di Papua
cengkerama (caṅkrama): bersantai
cipta : inovasi
citra (citra): gambar
cuka (cukra): bahan pengasam
cula (cūlā atau cūḍā): tanduk
curiga (churikā): mendakwa

D
dadih
dahaga
daksina : selatan
derita (dhṛta): kesengsaraan
dirgantara (digantara): langit
dirgahayu (dīrghāyuṣa): panjang umur
dusta

E
embara (digambara): berkelana

G
gada
gaharu
gala
galuh
ganda
gapura
garba
gatra
gaya
gembala
genta
gergaji
gerhana
goni
grahita
gula : pemanis
gulana (glāna): rasa gundah

H
harsa (harṣa): sukacita
hatta (ātha): syahdan, maka (kata penghubung)
hima : kabut (harafiah salju)
hina : rendah

I
idam
irama (virama): ritma
istana (āsthāna): tempat tinggal raja. Lihat astana
istimewa (āstām eva): khusus
istri (strī): mitra pernikahan wanita

J
jagat raya (dari jagattraya: “tiga dunia”): alam semesta
jaksa (adhyakṣa): sang penuntut dalam mahkamah pengadilan
jambu (jambu): semacam pohon dan buahnya
japa (japa): mantra
jampi (japa)
jana: manusia
janda (raṇḍa): seorang wanita yang tidak memiliki suami
jantera (yantra): alat yang berputar, roda
jasa (yaśa): perbuatan terpuji
jati (jāti): sejenis pohon
jatmika (adhyātmika): hormat
jelata (janatā): rakyat
jelita (lalita): cantik
jelma (janma): orang
jempana (jampana): pelangkin
jenggala (jaṅgala): gurun
jenitri (gaṇitrikā): sejenis pohon dan buahnya (elaecorpus ganitrus)
juita (jīvita): manis
jumantara (vyomāntara): langit
juta (ayuta): 1.000.000

K
kama (kāma): cinta
Kamajaya (Kāmajaya): nama lain Dewa Smara atau Dewa Cinta
kapas (karpāsa): sejenis bahan
karunia (kāruṇya): anugerah
kata (katha): satuan kalimat
kawi (kāvya): penyair
kecapi (kacchapī): alat musik petik
kemala
kendala
kendi (kuṇḍi atau kuṇḍikā): bejana air
kesturi (kastūrikā): jebat, musang
kesumba
ketika
kokila : sejenis burung
kota (kuṭa): benteng, wilayah urban
koti (koṭi): 100.000
krama : cara, aturan
kresnapaksa (kṛṣṇapakṣa): paruh gelap bulan
krida (krīḍā): tindakan terpuji
kuasa (dari kata waśa):
kunarpa : mayat, bangkai
kunta
kusa
kusta

L
laba (labha): untung
lagu (laghu): nyanyian
laksa (lakṣa): 10.000
laksana (lakṣaṇa)
lingga (liŋga)
logam
lintas

M
mahkota
malapetaka
mangsa
manik
mara
marga
margasatwa
masa
materai
maya
mayapada
melati
menteri
merdeka
mahardika
merdu
merica
merpati
mesra
mesti
mestika
muda (mūḍha): tidak tua
mula
mustika
mutiara

N
nara
narapati
narapidana
nata
nawa (sembilan)
negara
negeri
neraca
netra (netra): mata
nista

P
padam
pahala
paksa
paksi (pakṣi): burung
pandai
panitia
para
parisada
patera
patih
payudara (payodhara): buah dada wanita
pedati
pekerti
pendapa
penjara
perada
percaya
perdana
peristiwa
perkara
permaisuri
permata
persada
pertiwi
perwara
petaka
pidana
pranala (praṇāla): pautan atau tautan di internet
pranata
prasangka
prasarana
prasasti
pria
puasa
pujangga
punggawa
purba
purbakala
purnama
pusaka
puspa

R
raga
ruang
ramai
rasa
rata
ratna
rela
remaja
rencana
resi
restu
rona

S
sad (ṣaḍ): enam
sadaya
sahaja (sahaja): sederhana
saka
sakala
sama
samapta
samsara (saṃsāra): lahir kembali di dunia, lihat pula sengsara
sandi
sandiwara
sanggama (saṃgama): hubungan seksual
sangka
sangkala
sangsi
Sansekerta (saṃskṛta): bahasa yang sempurna
santi
santika
sapta (tujuh)
sarana
sari
saripati
sarjana (sajjana): seorang akademikus
sasakala
sastra
satwa
satyalancana
satyawacana
saudara
sayembara (svayambara): kontes
sederhana (sārdhāna): simpel
sedia
sediakala
segala
sejahtera
selira
seloka (śloka): larik puisi
semadi
semboyan
sementara
sempurna
semua
senantiasa
senapati
sendawa
sendi (sandhi): penghubung
sengketa
sengsara (saṃsāra): keadaan derita. Lihat pula samsara
senjata (sajjita): alat perang
seraya
serba
serigala
seteru (śatru): musuh
setia (satya): loyal
siksa
sila (śīla): asas
singgasana (siṃhâsana): takhta
sisa
siswa (siṣya): murid
sri
stupa
su- (su): baik
suami
suasana
sudah (suddha): telah
sudi
sudra
sukma
sunyi
sutra

T
tabik
tabe
tani
tantra
taruna
tata
tega (tyaga): tidak perduli
teja
telaga
tembaga
tentara
terka
tetapi
tirta
tuna: tidak dapat/punya

U
umpama
unta (uṣṭra): sejenis hewan yang hidup di gurun pasir
upacara
upah
upama
upaya (upāya): daya, siasat
upeti (utpatti): sesuatu yang harus diberikan kepada pembesar, semacam pajak
usaha (utsaha)
usia (yuṣa)
utara (uttara)

W
waisak
waisya
walimana (vimāna): burung mitis
-wan (-vant): sebuah imbuhan sufiks yang menyatakan pelaku pria
-wati (-vatī): sebuah imbuhan sufiks yang menyatakan pelaku wanita
wana: hutan
wanara (vaṇara): kera
wanita : perempuan (terhormat)
waspada
weda : kitab suci
wibawa
wicara
wiku
wimana
windu
wisata
wisaya
wisma : rumah
wiwaha (vivāha): pernikahan besar
wiyaga : burung

Y
Yajurweda (yajurveda): salah satu dari kitab Catur Weda
yantra (yantra): alat. Lihat pula jentera
yayasan (berdasarkan yaśa): lembaga. Lihat pula jasa.
yogya (yogya): sesuai tatakrama
yojana (yojana): ukuran, jarak kurang lebih 15 kilometer

Sebagai tambahan yang cukup menarik, ada seseorang juga yang telah menuliskan daftar kata serapan dari Bahasa Sansekerta sebagai tugas kuliahnya. Silakan melihatnya di sini. (Tenyata ada juga yah mata kuliah Bahasa Sansekerta. Menarik!) (UPDATE: link ini sepertinya sudah mati)

Kamus Sanskrit-InggrisSUMBER


Actions

Information

7 responses

28 04 2009
seli

tau gak bahasa sansekertanya manja sama menangis???

16 05 2009
古天佑 hendry

maaf, saya lama tidak membuka blog ini.
Hmm, karena saya bukan pakar Bahasa Sansekerta, jadi ijinkan saya melihat contekan di kamus. Dan inilah yang saya dapatkan:
utsanna = spoiled (manja)
aaratii = crying out of desperation for help, ritual
kroshati; rud.h; roditi = menangis
Semoga dapat bermanfaat.
Bila salah, saya akan senang sekali dikoreksi. :)

17 09 2009
giokchen

aduh aq bahagia ternyata pr ku bisa ku lihat di internet aq pingin banyak lagi kata sansekerta

17 05 2011
ndavian

aku ada tugas kul ni.. tolong dibantu.. disuruh membuat kata dalam bahasa sansekerta terus dipisah-pisah menurut akar katanya (deklinasi) .
tolong dijawab yaa kalo ada yang tau, makasi

25 01 2012
munir_rynem

keren buat puisi ini brow

19 07 2012
Fuad Nurhadi

Menarik. Bahasa Sanskrit, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jerman itu satu akar, makanya banyak kata-kata yang sama, terutama kata hitung. Kalau itu sih bukan kata pinjaman.

Seharusnya kamu belajar menjadi pakar bahasa saja. Jangan pikirkan uang, nantinya akan datang sendiri. Kuliah lagi, ambil S2 di luar negeri kalau bisa. Buang sedikit waktu mumpung masih muda. Nantinya kamu akan bahagia*, daripada sengsara* dan buang waktu di jurusan yang kamu tidak suka.

9 02 2013
古天佑 héndry

Terima kasih sarannya, sobat. Semoga saya bisa membuat kesempatan seperti itu. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: