10 09 2016

Jeng jeng jeng.. Mimpi tadi pagi nih..

Suatu hari, gw berjalan di tepi pantai. Kira-kira denahnya seperti di gambar.
Nah sewaktu sampai di area tangga tersebut, gw lihat anak-anak muda sedang berkumpul.
Sepertinya mereka sedang mengospek, atau melakukan aktivitas yang menurut gw aneh.
Beberapa orang (yg lebih sedikit jumlahnya, mungkin 2 atau 3 orang, campur laki dan wanita) ada yang merangkak, ada yang terjatuh-jatuh.
Gw pikir, yg sekiranya sedang membuli itu para laki, tapi di antara mereka ada juga yang perempuan. Dan saat itu gw berharap yg perempuan berbelas kasihan ke orang-orang yang sedang bergulingan di bawah. Ternyata para perempuan itu juga malah senang.
Eh gw lihat yg di bawah juga ternyata lagi ketawa-ketawa…

Terus gw lihat ada yg bersila di dekat gw. Penampakannya bagai pertapa. Kumis dan janggut putih. Setengah dada kelihatan. Ada penutup kepala putih jg.
Gw ya memandangnya, berharap dia mungkin akan menolong mereka atau mungkin menjelaskan pada gw, apa yang terjadi.
Ternyata si pertapa sadar gw perhatikan. Terus dia panggil gw, “Nak, mari mendekat.”
Ya gw mendekat dong. Terus dia menyuruh gw duduk di depannya.
Lalu mukanya yang teduh bersahaja itu tersenyum.. Tanpa berbicara, tapi aku tahu maksudnya, dia minta ijin untuk memegang kepalaku. Kemudian tangannya memegang rambutku, dan sambil meraba-raba kepalaku, dia berkata,

“Saya tahu Nak, rasanya..”
“Saya dapat merasakannya, Nak.. Nah ini masalahnya,” lanjutnya sambil menarik sesuatu dari kepalaku.

“Ini kutu dari kepalamu Nak. Saya beri ramuan untuk menghilangkannya ya.. Pakai dua kali sehari. Pagi dan malam. Semoga masalahnya dapat beres segera.”

Dah gitu gw bangun deh, garuk-garuk kepala. Bingung..

View on Path

Advertisements




29 05 2016

Plot mimpi gw tadi pagi: “Akuu dan Sayaa”

Satu penjahat kalah dari seorang jagoan, lalu dia tobat. Bersahabat sama satu tokoh jagoannya. Mereka berdua jagoan pedang. Sebut saja si mantan penjahat dengan Akuu dan si jagoan dengan Sayaa. Akhirnya si Akuu punya anak, anak dititip ke Sayaa, trus dia mengembara. Menolong masyarakat, menebus kesalahannya dahulu.

Jaman berganti, akhir era pahlawan, pemerintah melarang orang melakukan aksi melawan kejahatan sendiri. Aksi melawan kejahatan harus dilakukan pihak otoritas, masyarakat hanya melapor. Maka baik si Akuu dan Sayuu, masing-masing menggunakan pakaian samaran bertopeng.

Bertahun kemudian Akuu kembali. Suatu malam di luar sebuah museum, dia melihat seseorang mencurigakan masuk ke sebuah museum diam2. Lalu dia menyamar dan ikut masuk dan bertemu orang itu, orang itu melihat senjata yang dia pegang, lantas menyerangnya dengan sebuah pedang melengkung panjang berkilat-kilat. Mereka bertarung mati-matian, dan akhirnya Akuu berhasil mengalahkan orang misterius tersebut tapi dia tidak yakin telah membunuhnya atau belum. Akuu segera keluar dengan cedera dan luka dalam.

Kemudian d sebuah pasar malam dia melihat anak yg balita. Mirip seseorang tapi dia tidak yakin siapa. Sewaktu dia lewati tempat itu dan ada yg memanggil dia. Ternyata sahabat dia si Sayaa, dan balita tadi adalah anak Akuu sendiri. Mereka terharu dan mengobrol. Masing-masing cerita pencapaiannya selama mereka berpisah. Sayaa bercerita kalau dia dapat ilmu kembali ke masa lalu sebanyak 1x untuk mengubah sesuatu yg sangat penting. Si Akuu bercerita dia justru dpt ilmu, lihat ke masa depan walau samar2.. Nah dia merasa kalau ajalnya sudah dekat, makanya dia kembali untuk bertemu sahabat dan anaknya itu. Sayaa memaksa untuk memberitahu. Tapi Akuu bilang kalau dia gak bisa tahu sedetil itu. Sambil menyembunyikan luka dan cederanya. Tapi tetap ketahuan Sayaa. Akuu akhirnya cerita kalau dia habis bertarung di museum dengan seseorang yang misterius. Sayaa ingin memastikan dan ingin mengetahui siapa yang bisa membuat Akuu cedera seperti itu, tapi Akuu menghalanginya, karena mungkin otoritas sudah di sana.
Akuu lalu sekilas melihat senjata baru Sayaa, dia merasa mengenalinya tapi tidak bisa bilang.. Lalu Akuu ijin jalan2 berdua dengan anaknya.. Sayaa lalu memberikan kontaknya (entah nomor telepon, atau teknik telepati LOL).

Akuu bercanda dan bermain dengan anaknya, ini adalah hal terindah yang dia rasakan, tapi pikirannya terganggu, karena senjata Sayaa adalah mirip senjata orang yang dia lawan di museum, entah apa saudara seperguruan Sayaa atau bagaimana. Akuu tidak berani bilang karena takut menyinggung sahabatnya itu.
Di tengah perjalanan di sebuah tempat yang sepi, anaknya tanya kalau Akuu beraksi pakai samaran seperti apa, sambil dia bercerita Sayaa skrg menggunakan samaran. Deskripsi samaran yang mirip dengan orang di museum.
Seketika itu dia sadar dan sangat menyesal, dia berteriak (entah teriak saja atau kontak si Sayaa), “orang di museum, dia masih hidup, maaf sobat, aku tidak menyadarinya. Sudah terlambat!”
Setelahnya, Akuu mengeluarkan senjatanya, sebilah pedang dengan mata bergerak seperti sebuah chainsaw, lalu dia memotong dirinya dari atas ke bawah sambil tertawa gila. Sedangkan anaknya menganga kaget, diam terpaku.

Sayaa kaget mendengarnya, lantas dia ke tempat Akuu, hanya untuk menemukan sahabatnya tergeletak di atas tanah, kepala terbagi dua karena sebuah senjata yang mengerikan. Dan anak sahabatnya berdiri terpaku dengan pandangan kosong.
Dendam harus dibalaskan, dia menangis, dan dia kembali ke masa lalu, ingin mendahului mengalahkan pembunuh sahabatnya.
Di dekat museum dia melihat sahabatnya, merasa terharu lalu segera masuk ke museum, mencari sang pembunuh..


TAMAT

View on Path





5 05 2016

Whoaaaa.. Kali ini mimpi yang amat kerennnn! Jadi suatu ketika saya momotoran. Rasa-rasanya sih di Bandung, berbukit-bukit, tapi gersang, jalanan juga belum diaspal.. Di mimpi sih bilangnya Sahara, mau dibilang gurun tapi tidak segersang itu sih. Di salah satu ruas jalan, ada jalan masuk kecil dihimpit dua buah bukit batu.. Di mulut jalan itu aku berhenti. Kulihat di dalamnya tanah berlapang luas. Nah aku lihat di halaman sebuah rumah kecil, seorang temanku yg bewok itu sedang mencangkul atau apa yah, mendorong tanah.. Sulit sekali kelihatannya, karena kondisinya tanah berbatuan. Aku hampiri dan bertanya kenapa, katanya sedang ribut sama istrinya, istrinya baru mau pulang kalau ada danau atau sungai atau perairan di halaman rumahnya.
Aku bilang, tidak mungkin. Dia bilang, walau begitu dia harus berusaha. Aku mengusulkan, coba pakai teknologi kah, alat berat atau alat bantu apa saja. Karena jaman legenda dahulu Sangkuriang dan Bandung Bondowoso saja menggunakan bantuan untuk melakukan hal yang mustahil. Entah, temanku ini bilang tidak mau, karena kasusnya tidak semustahil itu.. Tidak ada syarat satu malam harus jadi.
Tidak lama, salju turun. Iya, salju benaran. (benaran apaan sekarang baru sadar sedang ceritakan mimpi heuheu). Aku tahu, kami berdua belum pernah melihat salju, paling tidak aku sendiri, mungkin temanku ini sudah pernah, yah mungkin d lingkungan rumahnya ini juga. Kami sudah lama tidak bertemu. Selagi salju turun, dia tetap bekerja.. Sampai akhirnya salju berhenti. Tanah tertutup lapisan salju. Pepohonan hijau di halaman rumahnya tertutup salju. Indah sekali. Lalu aku mengambil ponselku di motor, mau minta tolong fotokan saya di depan pohon bersalju. Rencananya mau kupasang di sosmed dengan tulisan, “Wah, baru tahu nih di Sahara juga sekarang turun salju!”
Tapi setelah melihat temanku, aku jadi mengurungkan minta tolong difoto. Aku berdiri di depan pohon. Dan pelan pelan salju mencair. Aku melihat gunung-gunung mengelilingi tempat tinggi ini dari kejauhan.. Mungkin seperti kita berdiri di atas Gedung BRI di Asia Afrika Bandung dan melihat sekelilingnya.. Gunung-gunung putih karena diselimuti salju. Keren. Dan putih itu lama-lama bergradasi ke warna hijau, pepohonan. Indah sekali..
Kulihat salju di halaman rumahnya juga mencair, membentuk aliran air. Kubilang, kalah di depan rumahnya sudah ada sungai sekarang πŸ˜†. Tapi dia menjawab dengan lesu, “tapi mungkin bukan begini yang dia mau..”
Ah perempuan apakah serumit itu.. Atau pikiran kita yang sebenarnya rumit juga.
Hari semakin gelap dari balik pohon datanglah seorang perempuan. Ternyata tetangganya. Dia memanggil temanku ke rumahnya. Temanku memaksa aku ikut juga, padahal aku sudah pamit. Jarak ke rumah tetangganya kira-kira 100 meter, di balik bukit kecil.. Dan di atas batu karang. Kami naik, dan duduk di teras yg luas, dengan atap rumbia yang panjang. Nyaman, dan pemandangan yang juga indah.. Kelap kelip bintang bersahutan dengan kelap kelip rumah di gunung sekeliling.. Lalu teman saya bilang, perempuan tadi yang mau dia kenalkan. Dan saya merasa terjebak.. Untungnya tidak lama, dan saat meninggalkan rumah mereka, perempuan tadi memberikan kertas, seraya berkata nanti hubungi (misscall) yah. Dalam perjalanan kembali ke rumah teman, kubuka kertas tadi, isinya nomor ponsel, ditulis dengan tinta merah tebal, mungkin lipstik? Tapi aku tidak ingat angkanya.
Kudengar musik sebelum lonceng gereja berdentang berkumandang, dan aku terbangun lalu lonceng gereja berdentang enam kali menandakan sekarang sudah pukul 06:00 WIT di kehidupan nyata. Hari libur di hari kelima bulan kelima tahun dua ribu enam belas.

Selamat Hari Kenaikan Yesus Kristus bagi yang merayakan. Dan selamat berlibur bagi yang liburan.

View on Path





4 04 2016

Kelihatannya berhasil nih kali ini. Tak disangka mengembangnya sampai penuh.. Walau bikinnya gelap-gelapan karena PLN lagi kambuh. Beberapa hari ini PLN nyebelin deh.. 😑
Enam pao isi tuna dan satu pao isi selai kacang coklat yg juga bikinan sendiri, namun gagal dibungkus..
Gak tau nih rasanya.. Sieun.. πŸ˜… Bahannya meraba-raba saja.. 😁

View on Path





ASCII Art

29 11 2013

Apa sih ASCII art itu? Tunggu, sebelumnya, apa sih ASCII itu?

ASCII adalah kependekan dariΒ American Standard Code for Information Interchange.Β OK, saya tahu, kepanjangan tidak selalu bisa menjelaskan maksudnya. ASCII adalah Read the rest of this entry »





Basa Sunda

29 07 2009

Di sini saya ingin berbagi pemikiran tentang Bahasa Sunda, bahasa daerah yang digunakan di tempat saya dibesarkan. Bahasa Sunda adalah bahasa daerah yang di pakai di pulau Jawa bagian Barat. Bahasa ini masih aktif digunakan oleh masyarakat di sana. Tetapi seperti bahasa-bahasa daerah dimanapun, keberadaan bahasa ini semakin tergeser oleh bahasa Nasional (Bahasa Indonesia) dan bahasa asing lainnya. Bukan bermaksud menyalahkan bahasa Nasional ataupun bahasa asing, saya berpendapat bahwa bahasa daerah juga perlu dilestarikan, dan juga dipakai dengan baik di dalam masyarakatnya. Saya ingat sewaktu saya masih di Sekolah Dasar, saya belajar Bahasa Sunda di sekolah. Saya bukan pemakai aktif dan benar, saya adalah pemakai bahasa Sunda yang “kasar”. Tetapi saya cukup tertarik dengan bahasa ini.Β 

To be cont..





Pemandian Tjihampelas

8 07 2009

Kalau yang di Bandung, dan sering lewat jalan Cihampelas, pasti sering lihat ada papan nama Pemandian Tjihampelas..

Kebetulan tadi saya ke sana..

Sewaktu di sana, banyak anak kecil bermain layangan di atas bekas dasar kolam renang.
Beberapa di antara mereka meneriaki saya, bilang, “udah gak ada lagi kolamnya!”.
Kata mereka sih, mereka sempat berenang di sana dan suka..
Jadi teringat sewaktu seumur mereka, dulu juga sering “mandi” di sana.. (lom bisa berenang)
Tempat Pemandian Tjihampelas kalau tidak salah (benar) di Bandung paling murah, asyik.. Airnya dingin, jernih, kadang-kadang bau kaporit πŸ˜›
Tapi waktu saya kecil, saa ingat perawatannya memang sudah tidak maksimal, bangku2 kayu rapuh, tribun juga.. untung alat2 fitnesnya masih jalan.. sebagian besar..
O ya, waktu ke sana itu, oom neptunus masih duduk di atas tahtanya, air dari kendinya masih ngocor, bersih, jernih dan dingin.
Duduk megah di antara puing-puing. Sedih banget liatnya. Sekarang tidak tahu bagaimana.

Sewaktu di sana, banyak anak kecil bermain layangan di atas bekas dasar kolam renang.

Beberapa di antara mereka meneriaki saya, bilang, “udah gak ada lagi kolamnya!”.

Kata mereka sih, mereka sempat berenang di sana dan suka..

Jadi teringat sewaktu seumur mereka, dulu juga sering “mandi” di sana.. (lom bisa berenang)

Tempat Pemandian Tjihampelas kalau tidak salah (benar) di Bandung paling murah, asyik.. Airnya dingin, jernih, kadang-kadang bau kaporit πŸ˜›

Tapi waktu saya kecil, saa ingat perawatannya memang sudah tidak maksimal, bangku2 kayu rapuh, tribun juga.. untung alat2 fitnesnya masih jalan.. sebagian besar..

O ya, waktu ke sana itu, oom neptunus masih duduk di atas tahtanya, air dari kendinya masih ngocor, bersih, jernih dan dingin.

Duduk megah di antara puing-puing. Sedih banget liatnya. Sekarang tidak tahu bagaimana.

Ntar kalo sempet, aku edit lagi tulisannya.. πŸ˜›